Mengapa ‘Say No!!!’ To Megawati Begitu Cepat Berkembang?

Kampanye 2009 kembali memanas, di masa tenang pemilu ini muncul sebuah gerakan grup online yang bertitel ‘Say No!!!’ To Megawati, sebuah grup di Facebook yang jumlah anggotanya berkembang sangat pesat dari hari ke hari, hingga tulisan ini dibuat tercatat 70 ribuan facebooker telah menjadi member grup ini, padahal kemarin sore jumlah anggota grup ini ‘hanya’ berjumlah 40 ribuan.

Sesuai dengan namanya grup ini adalah sebuah bentuk aspirasi para facebooker yang menolak kehadiran Megawati di perpolitikan Indonesia, apalagi menjadi presiden, namun yang menjadi pertanyaan mengapa grup ini bisa hadir dan berkembang pesat?

Jika saya amati ada beberapa hal yang membuat hal di atas terjadi, beberapa hal tersebut berasal dari komentar-komentar para anggotanya, yaitu:

1. Sebagai seorang pemimpin (dan pernah menjadi seorang presiden di Indonesia) Megawati tidak menunjukkan sikap kepemimpinannya, sewaktu memimpin beliau banyak diam namun saat pemilu ia banyak bicara yang isinya KEBANYAKAN menjelek-jelekan pemerintahan sekarang padahal sewaktu beliau menjabat negara ini juga diterpa banyak masalah.

2. Sikap kekanak-kanakan beliau juga disorot, yaitu saat berkampanye di Aceh dan pada saat itu peserta kampanye ribut seolah tidak memperhatikan beliau namun beliau malah menolak untuk berpidato. Hal lain yang dianggap kekanak-kanakan adalah dendamnya dengan presiden-presiden terdahulu (Gus Dur) dan presiden saat ini (SBY).

3. Iklan yang diusung oleh PDIP dinilai mengandung unsur pembodohan masyarakat, misalnya mengatakan bbm pada saat pemerintahan Megawati dinilai lebih murah daripada saat ini, padahal jika kita mengacu pada zaman Soekarno atau Soeharto jelas lebih murah toh? Banyak faktor yang bisa menaikkan & menurunkan bbm, bukan hanya masalah kepemimpinan.

4. Megawati pernah berucap bahwa BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang diusung pemerintah harusnya tidak diberikan dan dialihkan ke fungsi lain, beliau berucap juga bahwa seorang ibu yang mengantri blt seperti tidak ada harga dirinya demi sejumlah uang, namun mengapa di kampanye kali ini muncul iklan PDIP yang tebar pesona di pengantrian BLT? Mengapa PDIP berbalik mendukung BLT? Hal inilah yang dianggap facebooker beliau menjilat ludahnya sendiri.

Masih banyak hal-hal lain yang berisi ketidaksetujuan terhadap mantan presiden republik Indonesia ini, hal inilah yang memicu bertambahnya anggota grup ini namun tidak semua komentar-komentar yang berada di grup ini serius, ada juga komentar-komentar yang bernada bercandaan untuk menyegarkan grup ini.. :)

Saya pribadi berharap semoga grup ini tidak hanya berisi komentar-komentar negatif saja namun ada solusi atau saran yang membangun untuk bangsa ini dan tentunya untuk ibu Megawati juga agar masa depan negara ini menjadi lebih baik.

Related posts


Dukung Putra Perdhana dalam kontes Indonesia Java International Destination.

17 Responses to “Mengapa ‘Say No!!!’ To Megawati Begitu Cepat Berkembang?”

  1. kenapa bisa begitu

  2. hade says:

    Kok nggak ada yg comment…., atau kalau nyangkut politik/PDIP/Megawati jadi pada minggir….

  3. Sulistyo says:

    Pada takut kali

    Main game dan Download Ratusan game http://www.cubitgame.com

  4. ibelrabelbel says:

    huhuhuuhuh…..

    “Saya pribadi berharap semoga grup ini tidak hanya berisi komentar-komentar negatif saja namun ada solusi atau saran yang membangun untuk bangsa ini dan tentunya untuk ibu Megawati juga agar masa depan negara ini menjadi lebih baik.”

    iya sih..
    harusnya komentarnya yg positif.
    tp klo sudah tidak suka sama beliau ya wajar lah klo komentarnya jelek2.

    menurut aku sih emang iya kug…
    :D

    say no megawati…

  5. TheCrott says:

    dulu kan aset negara banyak dijual pas pemerintahan megawati….
    jadi ngapain pilih dia? say no to MEGA

  6. syamsul hadi says:

    mega tidak konsis,saat menjabat tidak menghasilkan kemajuan,sekarang mencela kerja presiden sby yang dulu ditinggalkannya.

  7. IHSAN says:

    banyak masyarakat menilai Bu Mega
    karena dia pernah jadi presiden

    jadi klo jadi presiden lagi nanti ya paling ga’ beda

  8. faried says:

    Say no 2 Mega? Aku rasa memang ada benarnya,kalo kita pintar, kita tidak akan memilih presiden yang suka OT (omong thok), suka melempar kritik ke kandidat lain tanpa memberi solusi yang positif. Dan saat ia menjabat pun,beliau malh suka mengeluh kalo ekonomi yang morat-marit saat itu akibat ulah pemerintah sebelumnya.Sungguh perkataan yang cukup ‘bijak’?

  9. Bintang says:

    Terlalu manja anak papa
    Sering pakai ketenaran nama ortunya
    Buktinya tiap ada gambar Mega pasti ada juga gambar bapaknya. Padahal bapaknya juga nggak dari PDI(P)

  10. toha says:

    mudah-mudahan kita tidak salah pilih, pada tanggal 8 Juli nanti. Ayo kita cermat sebelum memilih, pilihan kita tidak banyak cuman 3 pasang, pilihah pasangan terbaik dari ketiga pasang ini. Semoga Indonesia bisa lebih baik lagi.

  11. iyong says:

    Yang saya concern dari Mega adalah

    1. Selalu membawa nama besar Almarhun Soekarno.
    (Ayo donk harus PEDE, jangan selalu flash back)
    2. Selalu berkomentar negatif tentang lawannya di setiap kampanye politik
    (Sikap ibu ibunya ketara banget, padahal SBY tidak pernah menjelek jelekan lawan politiknya
    pakailah bahasa yang positif dan intelek, semua orang sekarang sudah bisa perpikir, hemat
    bicara dan jangan mengobral banyak janji)
    3. Kebanyakan diam pada saat pemerintahannya
    4. Nggak tahan ama Iklan politiknya.
    (ketara banget kurang ngerti ilmu Ekonomi. Dimana mana harga naik bu!!!! Kalau ibu
    ngebandingi harga bbm pada era SBY dan ibu dimana sekarang 4500 dan era ibu 2000an
    boleh donk kita bandingin hrga bbm era ibu dengan era Almarhum Soeharto yang cuma 750
    Plus janji mau ciptakan JUTAAN lapangan kerja…waduh dari mana bu…Bisa sih Bisa tapi
    jangan pake JUTAAN, ntar ditagih bu……Menciptakan lapangan kerja tidak bisa dengan
    SIM SALABIM dan ABRAKADABRA

    Masyarakat sudah bisa berpikir dan menilai, bicara yang positif, lihat kedepan dan bicara tentang detail kebijaksaan ekonomi yang akan diterapkan sehingga bisa mengusung negara ini keluar dari KEMELUT

  12. OI says:

    semoga warga indonesia bisa memilih mana yg pintar. Tiga calon presiden aja mosok tidak bisa menilai yg lebih pintar.

    Saya setuju untuk

    SAY NO TO MEGAWATI

  13. nuarta says:

    Tempat yang penuh senyum dan gembira, kalau lewat silahkan mampir
    http://megaproberaban.org

  14. Ary Irawan says:

    Masyarakat indonesia sekarang ini sudah dewasa dan sudah bisa menilai sendiri calon presiden yang akan dipilihnya. Seseorang itu dinilai dari perbuatannya dan perkataannya. apabila perkataannya banyak yang mengandung unsur negatif ya berarti tidak jauh beda dengan pikirannya.
    Pengalaman adalah guru yang berharga. Saya rasa rakyat indonesia sudah paham itu….

  15. iyong says:

    Alhamdullah, hasil Quick Count memaparkan SBY MENANG SATU PUTARAN
    Hanya beliau lah PUTRA TERBAIK INDONESIA. Kami percaya bapak SBY, Kami DUKUNG langkah bapak memimpin negeri ini.
    Satu saran saya pak, Cepat bertindak dan jangan gentar kalau mengenai masalah NKRI. Kalau masalah lain, boleh bapak nilai secara cermat dan bijak, tapi kalau MASALAH NKRI adalah HARGA MATI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Saya Salut dan bangga untuk pak SBY .
    Untuk pak JK, jangan pulang kampung pak, bantu pak SBY membangun negara ini, kerja bapak bagus dan bapak banyak menyumbangkan jasa untuk negara ini.

    Salam Untuk Anak Bangsa

  16. HelenUP says:

    When some people are stuck with research essay composing, hence I would recommend to buy custom essay at some professional custom writing service under such circumstances.

  17. elsa says:

    ikut-ikutan zha ahhhhhh……….

Leave a Reply